Cerita Dari Seorang Bos

adsense 336x280
Abu Abdurrahman Abdullah bin Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘Anhu pernah berkata :

عَنْ أَبِيْ عَبْدِ الَّرحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهِ عَنْهُمَا قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم يَقُوْلُ : بُنِيَ الإسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةِ أَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ, وَحَجِّ الْبَيْتِ, وَصَوْمِ رَمَضَانَ. (رواه البخاري و مسلم)

Abu Abdurrahman Abdullah bin Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu berkata : Aku pernah mendengar Rasululah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Islam dibangun atas lima pekara. (1) Persaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad Rasul Allah, (2) mendirikan shalat, (3) mengeluarkan zakat, (4) melaksanakan ibadah haji, dan (5) berpuasa Ramadhan”. (Hadits Shahih Bukhari, Kitabul Iman, Bab al Iman wa Qaulin Nabiyyi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,“Buniyal Islamu ‘ala khamsin”, no. 8. Shahih Muslim, Kitabul Iman, Bab Bayanu Arkanil Islam, no.16. Sunan at Tirmidzi, Kitabul Iman, Bab Ma Ja’a fi Buniyal Islam, no. 2612. Sunan an Nasaa-i, Kitabul Iman, Bab ‘Ala Kam Buniyal Islam, VIII/108. Musnad Imam Ahmad, II/26, 93, 120, 143. Al Humaidi, no. 703. Ibnu Hibban, no. 158 dan 1446.)

Ini penting ya akhi makanya aku akan ceritakan kepada antum.

Tadi pagi aku bertemu seorang Bos, begini ceritanya :

Ane hendak memasukkan temen masuk kerja di sebuah CV di bidang bijih plastik. Disana kami bertemu dengan seorang Bos. Bos nya itu sudah kenal akrab dengan ane, jadi kalo ngomong seperti teman saja bahasanya, tidak resmi. Beliau bercerita penuh khusu' :

"Jadi disini cuma tempat sementara saja. Suatu saat akan pindah CV nya. Walaupun keadaannya seperti ini tapi ini bisa jadi dasar, modal sebuah perusahaan. Maksudnya gini banyak kita temukan perusahaan - perusahaan yang besar tapi mereka bangkrut karena pondasi dasarnya gak kuat. Nah di sini kita coba membangun pondasinya dulu, dasar nya dulu supaya kuat. Agar suatu saat CV ini menjadi besar maka tidak mudah goyang karena pondasinya sudah kuat. Sudah banyak ilmu dan pengalaman."

Kemudian beliau bercerita :

"Saya dulu pernah kerja tahun sekitar 1989 di daerah Cileungsi sana. Cileungsi dulu tidak seperti sekarang. Dulu itu seperti hutan, masih banyak pohon. Nah saya kerja di situ lama banget. Saya ditemani seorang yang sudah tua. Kalo ada kerjaan saya harus mendorong dan memindahkan sendiri, dan itu berat karena teman kerja saya orangnya sudah tua, sudah tidak ada tenaganya. Mau gak mau saya sendirian yang dorong. Tapi saya sabar dengan kondisi tersebut. Sampe saya bisa semua bagian di tempat kerja saya. Trus ada seorang ibu - ibu pimpinan perusahaan, bertanya tentang semua bagian di tempat tersebut, maka dengan lancarnya saya menjelaskan, karena memang saya sudah bisa dengan semua bagian ditempat kerja saya dulu. Kemudian beliau menyuruh saya untuk pulang kampung, padahal beliau itu ingin mengajak saya ke perusahaan tempat dia bekerja. Ditempat beliau itu saya melayani berbagai macam divisi. saya ketakutan karena merasa tidak pantas ditempatkan disitu."

"Bu, ini bagaimana kalo misalkan ada yang tanya - tanya? ", Kata Bos yang sedang cerita di depan ane.

"Kamu jawab seperti yang kamu jawab waktu di CV dulu", Kata Bos perempuan yang mengajaknya kerja di perusahaan.

Bos yang sedang didepan ane melanjutkan ceritanya :

"Pertama - tama saya malu, takut. Karena yang saya hadapi itu orang - orang lulusan tinggi. Kemudian mereka semua menyerahkan berkas kepada saya. Kertasnya tebel banget, segini. Saya mulai bingung. Tapi saya coba baca satu persatu. Ternyata apa yang dibilang Ibu Perusahaan tersebut bener. Semuanya mudah dan itu sesuai dengan apa yang pernah saya alami selama di CV yang dulu."


"Kemudian saya tulis disamping tulisan yang dicetak pake komputer itu, disampingnya saya tulis tangan. Ini yang kurang ini, ini yang kurang ini. Sampai sepert itu." 


Maka ya akhi pondasi itu sangat penting untuk kelangsungan setiap bidang. Baik agama maupun dalam hal dunia. Agama ini dibangun dengan pondasi terkuat, yaitu Syahadat. Dengan pondasi inilah semua cabang - cabang keimanan ditopang dan itu tidak roboh. Secara tidak langsung Allah memberi gambaran kepada kita, Allah memberikan pelajaran bagaimana sebuah pondasi yang kuat mampu menopang tiang dan atapnya sehingga sebuah perusahaan tidak akan mudah bangkrut karena konsep hadits di atas, bahkan akan semakin kuat. Dan berapa banyak perusahaan yang bangkrut karena yang terlihat hanya penampilannya saja sementara pondasinya tidak diperkuat dan diperhatikan.

"Makanya Visi Misi itu hanya omong kosong kalo pondasinya, dasarnya itu tidak kuat". Kata Bos yang berada di depan ane.

Sekedar membantu : Kalo ada ikhwan yang nganggur, Manhaj Salaf  yaaa ane maunya. Ane bisa bantu memasukkan antum supaya bekerja pada Bos yang sudah ane kenal tersebut. Butuh 3 orang lagi.

Demikian semoga bermanfaat.
adsense 336x280

0 Response to "Cerita Dari Seorang Bos"

Posting Komentar