Dua Hal Yang Berbeda

adsense 336x280
Dari Shuhaib bin Sinan Radiyallahu’anhu dia berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa Sallam bersabda :

عجبًا لأمرِ المؤمنِ . إن أمرَه كلَّه خيرٌ . وليس ذاك لأحدٍ إلا للمؤمنِ . إن أصابته سراءُ شكرَ . فكان خيرًا له . وإن أصابته ضراءُ صبر . فكان خيرًا له

“Alangkah mengagumkan keadaan orang yang beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya” (Shahih Muslim no. 2999))

Hampir setiap hari, setiap pagi, kita melihat orang - orang berlalu lalang hendak pergi ke tempat kerjanya. Diantara mereka ada yang rela meninggalkan Subuh agar tidak telat ke tempat kerja, mereka mencari dunia, tanpa memperdulikan agamanya.

Ada juga diantara mereka yang tidak melupakan Shalat, sehabis Subuh barulah mereka pergi, tanpa khawatir akan pekerjaannya nanti, "yang penting sudah Shalat, soal kerja urusan nanti".

Disini tampak bagi kita ada dua perbedaan yang mendasar, yang pertama hanya dunia yang di fikirkan, dan kedua tidak hanya dunia, tapi dia juga mengutamakan agamanya.

Kita sering melihat rumah megah dan mewah berserta isi dan perlengkapannya, tapi semua itu membuatnya tidak bahagia, kita juga sering melihat orang - orang fakir dan miskin tapi kehidupannya itu membuatnya tidak berputus asa. Ane akan membawakan contoh seperti berikut ini.

Seorang pengusaha bengkel sudah bekerja bertahun - tahun, dia juga sudah memiliki anak buah, tapi apa yang di kepala memang tidak bisa dipungkiri, pusing karena usahanya. Ini seorang pengusaha, yang bisnisnya berkembang dengan maju, sedang kita bukan apa - apanya. Namun karena itu semua membuatnya gantung diri ditempat usahanya, begini kronologinya.

Ketika itu hari sudah pagi, dia seperti biasanya tidak ada yang aneh, mengantar anaknya ke sekolah, dan sepulangnya dari sekolah, dia langsung ke tempat bengkelnya, masih pagi dia sudah buka bengkel tidak seperti biasanya, kemudian dia masuk ke dalam, di situlah terjadi apa yang terjadi.

Sesaat kemudian anak buahnya sampai ke tempat bengkelnya tersebut, tapi betapa kagetnya melihat Bos nya tergantung dengan sebuah tali di atas loteng. Segera anak buahnya itu memberitahu warga sekitar. MasyaAllah bunuh diri itu dilarang dalam agama kita. 

Ini cuma salah satu contoh, dan masih banyak lagi contoh yang lain, potret kehidupan yang hanya mencari dunia tanpa mencari akhirat. Seandainya dia mau belajar tentang Tauhid tentu hal ini tidak akan terjadi, Berapa banyak cerita manusia yang kehidupannya sederhana bahkan sangat menyusahkan tapi dia mampu menghadapi semua itu karena Tauhid yang ada di hatinya. Di zaman kenabian hingga zaman sekarang mereka tetap hidup dengan kondisi sesusah apapun, karena cahaya Tauhid bersemayam dihatinya. Itulah iman yang mencegahnya saat dalam khilaf dan salah.

Makanya nabi Shallallahu'alaihi Wa Sallam kagum dan merasa heran kepada orang yang beriman, seperti hadits di atas, yang membuatnya tidak berputus asa dan bersemangat dalam menjalani hidup yang sulit ini.

Demikian semoga bermanfaat.
adsense 336x280

0 Response to "Dua Hal Yang Berbeda"

Posting Komentar