Sumber Kebahagiaan

adsense 336x280
Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam hadits yang shahih :

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُؤْتَى بِأَنْعَمِ أَهْلِ الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُصْبَغُ فِي النَّارِ صَبْغَةً ثُمَّ يُقَالُ يَا ابْنَ آدَمَ هَلْ رَأَيْتَ خَيْرًا قَطُّ هَلْ مَرَّ بِكَ نَعِيمٌ قَطُّ فَيَقُولُ لَا وَاللَّهِ يَا رَبِّ وَيُؤْتَى بِأَشَدِّ النَّاسِ بُؤْسًا فِي الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيُصْبَغُ صَبْغَةً فِي الْجَنَّةِ فَيُقَالُ لَهُ يَا ابْنَ آدَمَ هَلْ رَأَيْتَ بُؤْسًا قَطُّ هَلْ مَرَّ بِكَ شِدَّةٌ قَطُّ فَيَقُولُ لَا وَاللَّهِ يَا رَبِّ مَا مَرَّ بِي بُؤْسٌ قَطُّ وَلَا رَأَيْتُ شِدَّةً قَطُّ

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Pada hari Kiamat nanti akan didatangkan seorang penduduk dunia yang paling banyak mendapatkan kenikmatan, namun dia termasuk penduduk neraka. Lalu dia dimasukkan sebentar di dalam api neraka, kemudian dia ditanya, “Hai anak Adam, pernahkah engkau melihat kebaikan ? Pernahkah engkau mendapatkan kenikmatan?” Maka dia menjawab, “Tidak, demi Allah, wahai Rabbku”.

Selanjutnya, akan didatangkan seorang yang paling sengsara di dunia, namun dia termasuk penduduk surga. Lalu dia dimasukkan sebentar ke dalam surga, kemudian dia ditanya, “Hai anak Adam, pernahkah engkau melihat kesengsaraan? Pernahkah engkau menderita kesusahan?” Maka dia menjawab, “Tidak, demi Allah, wahai Rabbku. Aku tidak pernah mendapatkan kesengsaraan sama sekali, dan aku tidak pernah melihat kesusahan sama sekali”. (HR. Muslim no. 2807 dan lainnya)

Kemarin aku mendengar Syaikh Abdurrozaq hafidzahullah di Radio Rodja 756am perihal sumber kebahagiaan seseorang. Maka aku mulai serius mendengarkan tentang apa yang disampaikan.

Beliau berkata:

“Kebahagiaan sebenarnya itu dengan mengingat Allah, adapun orang – orang yang tidak mengingat-Nya maka kebahagiaanya terganggu“

Aku berfikir sepertinya aku termasuk kedalam golongan orang – orang yang kedua, karena aku sedikit sekali mengingat Allah. Itu menurutku, astaghfirullah.

Jadi, jika selama ini kebahagiaan itu tidak pernah muncul dalam kehidupan kita, barangkali karena kita sedikit sekali dalam mengingat Allah, Pencipta diri kita. Walaupun kita punya segalanya, tidak ada yang kurang sedikitpun juga. Tapi hati merasa tidak pernah atau kurang merasa bahagia.

Mulai sekarang ingatlah Allah dalam segala kondisi yang kita alami. Karena beliau meneruskan perkataannya:

“Aku (Syaikh Abdurrozaq hafidzahullah) mendengar langsung dari anak Syaikh Abdurrahman As Sa’di bahwa orang tuanya pernah sakit keras di sebuah rumah sakit sehingga dokter melarangnya untuk menulis buku (Penulis artikel ini tidak jelas mendengar nama Kitab tersebut di Radio Rodja 756am) akan tetapi Syaikh Abdurrahman As Sa’di rahimahullah tetap menulis buku tersebut.

Sehingga para Ulama menyebut kitab tersebut dengan nama Rumah Sakit Jiwa (Maksudnya adalah Syaikh Abdurrahman As Sa’di rahimahullah  tetap menulis buku dalam kodisi yang sangat kritis di rumah sakit dan beliau berbahagia karena beliau bisa mengungkapkan isi hatinya selama di rumah sakit). Syaikh Abdurrozaq hafidzahullah berhenti sejenak (seperti menangis, begitulah menurutku)…….

Barangsiapa yang membaca kitab tersebut niscaya dia akan mendapatkan kebahagiaan yang sebenarnya.”

Jadi sumber kebahagiaan yang selama ini kita cari ternyata bukan pada harta dunia melainkan ada pada hati yang selalu ingat kepada Allah, walaupun dalam kondisi sakit paling parah sekalipun. MasyaAllah.

Demikian semoga bermanfaat.
adsense 336x280

0 Response to "Sumber Kebahagiaan"

Posting Komentar