Tuhan Itu Hanya Satu

adsense 336x280
Allah Subhana Wa Ta'aala menjelaskan tentang sifat Diri - Nya :


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ {1} اللَّهُ الصَّمَدُ {2} لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ {3} وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُواً أَحَدٌ {4}‏

Katakanlah : Dialah Allah, Yang Maha Esa. (1)
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada - Nya segala sesuatu. (2)
Dia tidak mempunyai anak dan tidak pula dilahirkan, (3)
dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia (4).

Disini Allah Subhana Wa Ta'aala menjelaskan tentang Diri - Nya sebagai Tuhan, bahwa sesuatu itu bisa dikatakan sebagai Tuhan ketika semua sifat yang disebutkan pada ayat diatas terpenuhi. Dengan kata lain harus memiliki sifat Ketuhanan seutuhnya.

Dialah Allah yang Maha Sempurna didalam sifat - sifat - Nya, didalam nama - nama - Nya serta didalam ketinggian Derajat -  Nya. Ini dapat dibuktikan melalui penjelasan pada ayat diatas.

Pertama, bahwa Tuhan hanya satu tidak ada Tuhan - Tuhan selainnya. Satu dalam Dzat - Nya sehingga dengan adanya sifat ini maka menghilangkan segala sesuatu yang disembah selain Dia. Cobalah untuk memahami analogi berikut :

"Seandainya ada manusia yang memiliki Tuhan yang banyak bahkan sangat banyak maka ini akan merepotkan kita didalam meminta. Antum harus menghafal satu per satu nama Tuhan tersebut karena Tuhan yang banyak tentunya memiliki fungsi yang berbeda - beda. Dan ini akan sangat merepotkan sekali bagi kita. Bagaimana jika kita salah meminta? Seharusnya dalam keadaan seperti ini meminta pada Tuhan ini tapi karena salah atau lupa jadi salah meminta Tuhan. Repot dan menyusahkan kita jika memiliki banyak Tuhan seperti itu. Belum lagi jika yang meminta itu orang yang sudah tua, banyak lupa dan salahnya maka hamba seperti itu tentu lebih layak untuk dihukum karena sering salah meminta Tuhan. Ini yang pertama.
Kemudian jika memiliki banyak Tuhan, maka akibatnya adalah sering bertengkar, karena setiap Tuhan merasa paling berhak untuk mengatur alam semesta. Ini sesuatu yang logis. Pertengkaran diantara Tuhan - Tuhan karena Tuhan yang satu tidak mau disaingi dengan Tuhan lainnya. Jika sudah bertengkar bagaimana nasib bumi sekarang? Jawabannya akan hancur."

Kedua, Tuhan harus memiliki segala sesuatu, bukan dinamakan Tuhan manakala sesuatu tersebut tidak memiliki apa - apa. Cobalah untuk memahami analogi berikut :

"Kita pernah meminta teman untuk meminjam uang atau sesuatu yang kita tidak punya, setiap kita pernah melakukan itu. Kamudian teman kita tersebut tidak memberikannya, alasannya karena tidak punya uang atau barang yang ingin kita pinjam. Maka bagaimana dengan Tuhan yang kita sembah. Seharusnya memiliki segalanya, karena Dia Tuhan. Katakanlah Tuhan tersebut terbuat dari emas atau batu. Namun perlu antum ketahui apa ada batu yang punya rejeki? Atau emas yang bisa mengabulkan permintaan? MasyaAllah tidak ada benda yang seperti itu, dia hanya benda mati yang jika antum pukul tidak akan membalas, yang jika antum tendang juga tidak membalas karena dia memang bukan Tuhan, tidak memiliki sesuatu untuk mengabulkan. Adapun Tuhan harus memiliki segala sesuatu melebihi jumlah permintaan hamba - Nya."

Ketiga, sesuatu akan dinamakan Tuhan ketika Dia tidak memiliki anak, atau dengan kata lain Dia tidak membutuhkan sesuatu dari makhluk selain Dia. Kemudian Tuhan juga tidak dilahirkan oleh seorang ibu. Karena jika dilahirkan maka berarti Dia butuh seorang makhluk untuk bisa melahirkan. Sedangkan sifat seperti itu menunjukan kelemahan. Cobalah antum fahami analoginya :

"Sudah menjadi suatu keharusan sifat Ketuhanan adalah tidak memiliki anak dan tidak dilahirkan. Karena memiliki anak itu sifat makhluk. Seperti manusia yang butuh kepada anak, dengan adanya anak maka kebahagiaan terpenuhi. Adapun bagi Tuhan itu tidak dibutuhkan, Tuhan yang memiliki anak menunjukan sifat butuh dan kelemahan. Kemudian Tuhan juga tidak dilahirkan, tidak seperti makhluk yang melahirkan atau dilahirkan. Keduanya merupakan sifat yang menunjukan kelemahan. Tuhan itu tidak lemah dan tidak butuh kepada apapun di dunia ini."

Keempat, kesimpulan yang bisa di peroleh dari penjelasan diatas adalah bahwa Tuhan hanya Satu, Dialah tempat meminta segala sesuatu, Dia tidak punya anak dan tidak dilahirkan oleh seorang ibu, sehingga semua sifat ini membawa - Nya kepada sifat tidak ada yang sama dengan Dia walaupun dengan sepenuh bumi. Dia berdiri sendiri, ada dengan sendiri - Nya tanpa membutuhkan bantuan kepada siapapun juga. Kekal dan tidak rusak, tidak seperti emas dan batu, yang membutuhkan perawatan. Dia juga yang memberikan rejeki dan harta ke setiap manusia, hewan dan jin. Bukan makhluk yang memberi makan dan minuman kepada - Nya.

Tuhan itu hanya Satu. Dialah Allah Subhana Wa Ta'aala.

Demikian semoga bermanfaat.
adsense 336x280

0 Response to "Tuhan Itu Hanya Satu"

Posting Komentar