Membuat Orang Lain Gembira

adsense 336x280
Keutamaan orang yang membuat gembira orang lain dan meringankan kesulitan orang lain disebutkan dalam hadits Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

وَاللَّهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيهِ

“Allah senantiasa menolong hamba selama ia menolong saudaranya.” (HR. Muslim no. 2699).

Dari Ibnu ‘Umar, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

وَمَنْ كَانَ فِى حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِى حَاجَتِهِ

“Siapa saja yang biasa membantu keinginan saudaranya, maka Allah akan selalu menolongnya dalam setiap keinginannya.” (HR. Bukhari no. 6951 dan Muslim no. 2580).

Banyak sudah contoh di dalam kehidupan kita sehari - hari, seperti seorang pemuda yang juga mempraktekkan masalah hadits ini. Pernah suatu ketika dia ingin sekali membantu fakir - miskin di daerahnya. Ketika gajian tiba tidak lupa dia menyisihkan sedikit dari hasil kerjanya untuk memberi 3 sampai 5 orang fakir - miskin yang dia lakukan di setiap pagi ketika hari libur tiba. Dia mengajak keluarganya untuk ikut serta membagikan kelima orang fakir - miskin tersebut.

Hari itu menunjukkan pukul setengah 8 pagi, seperti biasa dia menyiapkan motor dan mengingatkan keluarganya agar membagikan kelima orang fakir - miskin. Maka perjalanan pun di mulai dia berkeliling ke tempat - tempat yang sekiranya ada fakir - miskin di sana, baik di perumahan ataupun di kampung semuanya pasti dia lewati demi agar bertemu dengan sang fakir - miskin. Terkadang keluarga tersebut bangun malam untuk membuat masakan tapi itu jarang, yang sering adalah membeli makanan di jalan, berupa nasi uduk atau nasi warteg, apa pun itu asalkan bisa kenyang karena dia mengerti bahwa seorang fakin - miskin, satu orang saja dia mampu merasakan akan letih dan laparnya mereka di dalam mencari rongsokkan atau barang - barang bekas yang sudah tidak di gunakan lagi. Di antara mereka ada yang membawa gerobak, karung besar dan alat pengait untuk mengambil rongsokkan dan mempermudah di dalam mencari barang - barang bekas tersebut.

Maka pemuda tersebut datang menghampiri, dan dia katakan pada mereka : "Pak, ini nasi uduk buat sarapan", terkadang dengan ucapan "Bu, ini ada nasi buat makan"...

MasyaAllah betapa mulianya perbuatan pemuda itu, dia menyisihkan gajinya untuk memberi makan 3 sampai 5 fakir - miskin, adakah di antara kita yang berbuat demikian? Sama seperti pemuda itu lakukan?

Ane yakin karena perbuatan pemuda tersebut maka Tuhan yang di atas langit juga menolong segala urusannya.

Di lain waktu, pemuda tersebut datang hendak bertamu di rumah salah seorang temannya, hendak membeli Notebook karena Notebook miliknya sedang rusak. Niatnya ingin membeli dengan harga 400 ribu saja tapi rupanya dia merasa kasihan pada temannya itu maka dia menambahnya 100 ribu jadi harganya 500 ribu. Dan betapa senangnya pemuda tersebut karena sudah membantu temannya yang kesulitan itu. Sungguh segala perbuatan baik menimbulkan rasa gembira dalam hati. Dia merasa gembira, begitu juga dengan temannya tersebut. Ini hanya sepenggal kisah yang bisa ane ceritakan dan masih banyak kisah yang lain dari pemuda tersebut.

Kemudian contoh berikutnya, ane mendengarnya sendiri di sebuah televisi Islam, Rodja TV namanya. Syaikh Abdurrozaq Hafidzahullah sedang Safari Dakwah di Indonesia kemarin, belum lama ini di Pulau Sumatera, Bukit Tinggi. Beliau berdakwah dan beliau tidak pernah lupa untuk membagi - bagikan hadiah kepada para jama'ah, ada yang berbentuk buku, uang dan lain - lain. Beliau melakukan itu karena mengamalkan hadis di atas dan juga mengamalkan hadits di bawah ini.

Dari Ibnu ‘Umar, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,


أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ , وَأَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ , أَوْ تَكَشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً , أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْنًا , أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا , وَلأَنْ أَمْشِيَ مَعَ أَخِ فِي حَاجَةٍ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ يَعْنِي مَسْجِدَ الْمَدِينَةِ شَهْرًا

“Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan utangnya atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri’tikaf di masjid ini -masjid Nabawi- selama sebulan penuh.” (HR. Thabrani di dalam Al Mu’jam Al Kabir no. 13280, 12: 453. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana disebutkan dalam Shahih Al Jaami’ no. 176).

Sekarang ini, kita hidup di zaman yang sangat membutuhkan panutan, ternyata masih ada orang - orang yang memilki hati yang sangat mulia. Di saat orang - orang sibuk dengan hartanya dan maksiat yang mereka kerjakan tapi beliau justru sibuk membuat orang lain gembira. Ini merupakan sifat yang sangat langka jika kita melihat kondisi zaman seperti sekarang ini, yang mungkin hanya di miliki oleh orang tertentu saja.

Maka jadilah engkau orang yang bisa memberikan sedikit kebahagiaan bagi orang banyak, karena mereka ingin menjadi orang sepertimu. Ingin merasakan kebahagiaan seperti dirimu.

Demikian semoga bermanfaat.
adsense 336x280

0 Response to "Membuat Orang Lain Gembira"

Posting Komentar