Suami pun Bisa Menjahit

adsense 336x280
Imam Al-Bukhari membawakan perkataan Aisyah ini dalam dua bab yaitu “Bab tentang bagaimanakah seorang (suami) di keluarganya (istrinya)?” dan “Bab seseorang membantu istrinya”

عن عروة قال قُلْتُ لِعَائِشَةَ يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِيْنَ أي شَيْءٌ كَانَ يَصْنَعُ رَسُوْلُ اللهِ  صلى الله عليه وسلم  إِذَا كَانَ عِنْدَكِ قَالَتْ مَا يَفْعَلُ أَحَدُكُمْ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ يَخْصِفُ نَعْلَهُ وَيُخِيْطُ ثَوْبَهُ وَيَرْفَعُ دَلْوَهُ

Urwah berkata kepada Aisyah, “Wahai Ummul Mukminin, apakah yang dikerjakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika ia bersamamu (di rumahmu)?”, Aisyah berkata, “Ia melakukan (seperti) apa yang dilakukan oleh salah seorang dari kalian jika sedang membantu istrinya, ia memperbaiki sendalnya, menjahit bajunya, dan mengangkat air di ember”. (HR Ibnu Hibban (Al-Ihsan XII/490 no 5676, XIV/351 no 6440),)

Dalam buku Syama’il karya At-Thirmidzi, “Dan memerah susu kambingnya...” (Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di As-Shahihah 671)

Berkata Ibnu Hajar, “Hadits ini menganjurkan untuk bersikap rendah diri dan meninggalkan kesombongan serta seorang suami yang membantu istrinya”. (Fathul Bari II/163)

Betapa senangnya melihat para suami bisa menjahit pakaiannya sendiri. Karena di antara akhlak nabi Shallallahu'alaihi Wa Sallam apabila menemukan pada pakaiannya yang bolong, maka Beliau segera menjahitnya sendiri. Bukan menyuruh istrinya yang menjahit.

Ini merupakan akhlak nabi yang semestinya para ummatnya mencontoh, karena ini termasuk sunnah yang mulai hilang di kalangan para suami, mereka lebih senang jika istri yang menjahitnya atau lebih senang jika tukang Vermak yang menjahitnya. Sehingga pahala - pahala itu menjadi hilang dengan begitu saja tanpa meninggalkan bekas.

Sudah banyak cerita yang kita dengar seorang istri shalehah, yang membantu suaminya mendidik anak - anaknya. Sudah sering kita dengar istri shalehah yang membantu suaminya membereskan rumah dan dapur. Sudah sering kita dengar juga para istri yang tinggal di rumah untuk mengurus rumah suaminya. Tapi sangat jarang kita mendengar seorang suami yang menjahit pakaiannya sendiri, jarang sekali atau bahkan tidak ada kecuali tukang Vermak saja. Maka di sini ane cuma mau mengingatkan, kalo ada pakaian yang bolong cobalah untuk menjahit sendiri, jika tidak bisa coba belajar sama istri, atau jika istri juga tidak bisa antum belajar sama tukang Vermak. Jangan malu, kalo antum malu kapan mau bisanya?

Sesungguhnya menjahit membuahkan sikap Tawadhu dan rendah hati, sehingga jangan ada lagi kita dengar, suami - suami yang galak dan suka marah - marah kepada istrinya. Kita orang yang sudah ngaji maka tinggal kita amalkan berbagai hadits yang sudah kita dapat, terutama hadits Menjahit Pakaian ini.

Demikian semoga bermanfaat.
adsense 336x280

0 Response to "Suami pun Bisa Menjahit"

Posting Komentar